Selamat malam Tuan Wonka, saya harus segera terlelap menuju yang mereka bilang tidur, misteri aktivitas tubuh yang masih dipelajari para intelektual. Para pilihan sudah tak sabar menunggu di ujung mimpi. Mimpi malam ini menjadi perpisahan yang akan dirindu.
Tur bervakansi di dunia Tuan Wonka amat menghibur, berkumpul bersama reuni. Berdendang tak henti di laju terasyik. Daftar puluhan irama lembut hingga menghentak diputar setiap detik. Imaji kita nyata dan bahagia bermimpi tak pernah berhenti. Misteri dunia warna warni menyajikan kembang gula termanis. Senyam senyum, sedih merintih, malu mau, ketus kesal, marah kasar, takut menghantu, riang gembira, hingga
hampa hambar menyapa rasa di tiap sudut jalan.
Sugar satellite is the sweetest name that you made for me. Your sugar satellite will always miss to around you world and peeping tom for the mother station. Mr. Wonka always be my King satellite castle, I promise. I am your drama queen because there's a honey pie in my eyes. I hope you stop the intolerably blue because
the sun will come although the hope left us.
We are black and blue, see it black and white. You are never wrong and I always right. We argue the point, the point is to disagree.You are not my clown, i hate that creature you know. But this is not my sympathy, you are so intoxicated.
Comment te dire. Pourquoi tu gaches ta vie, you said. I will learn before I die, will learn to love and learn to try. In color worlds you are sitting across from me, watching everything I do. When I wake up, I will see you too.
Dunia bangun tidur masih menyembah keseragaman. Kacamata eksentrik menjadi cinderamata paling ajaib. Lensa mika akan memantra mata dan menghantarkan listrik berdaya lebih dalam saraf neuron. Sebab aliran pop tak harus populer dan diperbudak mayoritas. Setelah tambahan beberapa topeng selesai diukir, saya akan menyimpannya di lemari agar rapi. Dunia bangun tidur bukan mimpi buruk, hanya sandiwara berepisode ratusan di atas panggung megah nan reyot. Lampu panggung yang terlalu terik berpose menandingi matahari, namun sinarnya malah menghakimi bumi.
Sudah malam Tuan Wonka, waktu memandang tajam pada kita. Jika Tuan penasaran untuk bangun tidur, semoga surat itu mampir ke depan pintu kamar. Doakan jiwa warna warni tak pudar oleh kabut massa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar