Kelabu,
Terlalu lama simpang arah menahan diri
Yang pesat melaju justru ramalan, prediksi, dan analisis kelabu
Tanda tanya di belakang jalan sering muncul secara implisit
Menahan langkah dan menyusutkan hasrat
Kini pikir menjadi musuh dan kawan setia di setiap kata
Dialog diri sungguh memaksa mengulas segala alasan melangkah
Hanya diri dengan saya bersama aku
Tak ada kamu, dikau, kawan, teman, bahkan Tuhan
Kapan diri melangkah?
Kawan di ujung jalan sudah berteriak sejak lama
Berharap ini bukan sofisme belaka
Mana yang harus dipilih?
Hitam, putih, atau kelabu saja?