sedang berada dimana ini?
dunia yang tak dikenal
tak menjejaki bumi
ego dan amarah menggumpal
dedikasi dan integritas hanya sebatas lidi
pemikiran pemikiran sempit jadi penguasa
harta menjadi raja
jangan harap tentang mulia
semua muka hanya topeng belaka
Rabu, 24 September 2014
Sabtu, 20 September 2014
Cermin Rumah
namanya bermakna rumah
bersamanya seperti kembali ke rumah
tak hanya bernostalgia
berbagi tentang hari ini dan esok
bersamanya seperti bercermin di dalam rumah
nyaman dan melengkungkan senyum
kini kami berjalan di atmosfir mendung
cenderung dingin, tak ada bara rasa
semoga kebahagiaan selalu menghampiri
pada hidup yang tak akan lama ini
bersamanya seperti kembali ke rumah
tak hanya bernostalgia
berbagi tentang hari ini dan esok
bersamanya seperti bercermin di dalam rumah
nyaman dan melengkungkan senyum
kini kami berjalan di atmosfir mendung
cenderung dingin, tak ada bara rasa
semoga kebahagiaan selalu menghampiri
pada hidup yang tak akan lama ini
Senin, 25 Agustus 2014
Lupa
Tidak paham sedang berada dimana
Perbatasan mimpi dan realita
Amnesia akan tujuan dan Sang Kekal
Masa yang tak diduga
Harus memasang taruhan besar
Menerapkan prinsip dasar investasi saham
Mengingat ternyata bukan perkerjaan mudah
Sebab Sang Topi Hitam selalu menggoda
Mengaburkan fana dunia
Wahai Sang Pemilik
Berikan sedikit iba
Wahai Sang Penguasa Galaksi
Berikan sedikit luas ketenangan
Wahai Sang Terpuja
Berikan sedikit dendang kehidupan
Perbatasan mimpi dan realita
Amnesia akan tujuan dan Sang Kekal
Masa yang tak diduga
Harus memasang taruhan besar
Menerapkan prinsip dasar investasi saham
Mengingat ternyata bukan perkerjaan mudah
Sebab Sang Topi Hitam selalu menggoda
Mengaburkan fana dunia
Wahai Sang Pemilik
Berikan sedikit iba
Wahai Sang Penguasa Galaksi
Berikan sedikit luas ketenangan
Wahai Sang Terpuja
Berikan sedikit dendang kehidupan
Minggu, 03 Agustus 2014
Kosong
Tersadar di batas realitas dan imajinasi
Tersesat di detik henti
Terjebak dalam rasa yang pahit
Terjatuh dalam jurang tragis
Sungguh kacau perspektif dan deskripsi
Fana hanya menyediakan kekosongan
Rencana dan asa yang menguap
Rancangan fanaMu tak dapat ditebak
Bakat kacau selalu merajuk
Sehingga nurani terdampar pada belantara hutan tak bernyawa
Jika berkenan, berikan sedikit petunjuk
Sungguh rindu dengan nada cahaya
Rindu menari dan berdendang dalam terang
Tersesat di detik henti
Terjebak dalam rasa yang pahit
Terjatuh dalam jurang tragis
Sungguh kacau perspektif dan deskripsi
Fana hanya menyediakan kekosongan
Rencana dan asa yang menguap
Rancangan fanaMu tak dapat ditebak
Bakat kacau selalu merajuk
Sehingga nurani terdampar pada belantara hutan tak bernyawa
Jika berkenan, berikan sedikit petunjuk
Sungguh rindu dengan nada cahaya
Rindu menari dan berdendang dalam terang
Rabu, 21 Mei 2014
Menyapa Tujuan
Kemana tujuan membawa?
Berapa lama harus menanti malam yang tenang?
Tak ada tanya yang dapat terjawab tuntas
Semua hanya ilusi fana
Segala ilustrasi bahagia hanya candu belaka, malah menambah
khayal pedih
Untuk konsisiten pada tujuan abadi pun sungguh tak mudah
Saat akan tenggelam, mengapa iman luluh lantah?
Maka, kemana kaki harus melangkah?
Sebab semua jalan terlihat gelap
TenangMu selalu dirindu
Tujuan itu sungguh menjulang halangannya
Langganan:
Postingan (Atom)