Senin, 14 Februari 2011

Menanti Pagi

Terang itu nyata

Terang itu tampak

Terang itu merayu malu-malu

Terang itu tak seindah mentari pagi

Hanya lampu kamar yang mulai redup

Sang Masa membuktikan janjinya

Menambal jalan kerikil yang telah lalu

Walau kabut masih sesak, nafas hidup mulai terasa

Janji Sang Masa selalu ditunggu

Menunggu pagi yang akan tiba

Untuk kembali hidup

Pasti