ternyata saya sama sekali tak mengenal saya
entah mengapa diskusi antar saya dimulai kembali
mungkin karena tak ada lagi yang dapat berbincang
tentang ada dan tidak adanya hidup
tentang nafas, resah, sebab, akibat, rasa, cahaya, hitam, kosmos
padahal sudah lama sengaja dikunci rapat
sebab, saat terbuka, ketakutan yang pertama kali menghampiri
dan tak pernah ada yang dapat menjelaskan dan memahami
entah siapa yang membuka
hingga detik ini tak ada jawaban yang diperoleh
putus asa hingga hampa
ternyata segala keyakinan diri luluh lantah
pengetahuan baru menciptakan ketakutan ekstrim
yang baru membuat ragu
hingga layu
iri hati menengok mereka yang tak ragu pada definisi ini itu
rasanya ingin seperti itu
namun skeptis dan ragu selalu muncul
ribuan pertanyaan terus melaju
hingga semua jalan amat rapuh
membuat jatuh
tekad aneh muncul
semua harus didefinisi ulang
kini tak ada realitas yang dapat dipercaya
semuanya semu
hingga indra tak memahami rasa
dogma dan doktrin tersuci pun tak mampu menghilangkan dahaga
maaf jika ini teralu berbahaya
maaf jika ini membuat tak peka
rindu
pada entah apa itu
tapi bukan sesuatu,
ingin segera bertemu
dosa terbesar tuk mengakui hanya saat tak mampu
ternyata selama ini definisi diri amat sempit untuk memahami
seperti dosa besar yang tak terlihat
seharusnya bukan sekedar candu saat tak mampu
tapi yang dirindu seperti merayu
untuk segera bertemu
ingin memeluknya bukan karena sesuatu
bukan karena semua definisi kaku
bukan karena saat terjatuh
ingin memahami rindu itu
bukan karena sekedar membutuhkannya
namun hanya karena rindu itu
di mana yang dirindu?
ingin segera bertemu
yang dirindu bukan sesuatu
maka apa yang harus saya tahu?
bahagia adalah bertemu dengan yang dirindu
pantaskah merindu?
namun rindu ini terus melaju
sayangnya saya amat dungu
untuk tahu dan tak ragu
Kamis, 12 Januari 2012
Minggu, 08 Januari 2012
Khayal Surga
mungkin surga memang ada
entah di mana
entah apa definsi dan syaratnya
sebab hingga detik ini
tak ada yang bisa dipahami dari definisi klasik surga
apakah itu tempat?
apakah itu waktu?
atau hanya ruang pelarian?
atau sekedar khayalan?
maaf atas keraguan ini,
tak ada harap memang,
atas gapai yang tak tercapai,
yang melayang tak teraih,
atas warna warni yang terhapus kelabu
hingga air mata tak lagi mampu menjatuhkan biru
hanya keraguan,
dan surga memang hanya imajinasi belaka
yang muncul saat mata tertutup
saat lelap menjemput
So she ran away in her sleep
Dreamed of paradise
She dreamed of paradise
Every time she closed her eyes
entah di mana
entah apa definsi dan syaratnya
sebab hingga detik ini
tak ada yang bisa dipahami dari definisi klasik surga
apakah itu tempat?
apakah itu waktu?
atau hanya ruang pelarian?
atau sekedar khayalan?
maaf atas keraguan ini,
tak ada harap memang,
atas gapai yang tak tercapai,
yang melayang tak teraih,
atas warna warni yang terhapus kelabu
hingga air mata tak lagi mampu menjatuhkan biru
hanya keraguan,
dan surga memang hanya imajinasi belaka
yang muncul saat mata tertutup
saat lelap menjemput
So she ran away in her sleep
Dreamed of paradise
She dreamed of paradise
Every time she closed her eyes
(Coldplay-Paradise)
Sabtu, 07 Januari 2012
Nurani Membiru di Laut Biru
semuanya berjalan cepat
tak kuasa berlari mengejarnya
hingga di detik itu
di atas lembutnya butir pasir
hangatnya angin yang menyentuh lembut
udara yang mengisi relung
merdunya alunan ombak yang damai
dan segala kecantikan alam yang selalu membuat takjub
ada layar besar menayangkan semuanya kembali
awal
hingga akhir
adrenalin akan masa yang tak terlihat hari itu
meluap-luap, tak kenal lelah, tak paham putus asa,
hanya hasrat untuk mengarungi masa yang yak terlihat,
hari itu hanya memperkirakan masa itu penuh lika liku hidup,
yang mungkin akan dipenuhi haru, gembira, luar biasa, biru, sesak, jatuh, loncat, tinggi
segalanya,
entah apapun itu,
hari itu seperti awal yang meluap-luap
hari itu membuat air mata hampir jatuh
dan nurani membiru di laut biru
tak kuasa berlari mengejarnya
hingga di detik itu
di atas lembutnya butir pasir
hangatnya angin yang menyentuh lembut
udara yang mengisi relung
merdunya alunan ombak yang damai
dan segala kecantikan alam yang selalu membuat takjub
ada layar besar menayangkan semuanya kembali
awal
hingga akhir
adrenalin akan masa yang tak terlihat hari itu
meluap-luap, tak kenal lelah, tak paham putus asa,
hanya hasrat untuk mengarungi masa yang yak terlihat,
hari itu hanya memperkirakan masa itu penuh lika liku hidup,
yang mungkin akan dipenuhi haru, gembira, luar biasa, biru, sesak, jatuh, loncat, tinggi
segalanya,
entah apapun itu,
hari itu seperti awal yang meluap-luap
hari itu membuat air mata hampir jatuh
dan nurani membiru di laut biru
4 Januari
Terpikat,
Hangatnya butir pasir
Terpesona,
Tangguhnya karang
Menahan deburan dengan elegan
Terayu,
Hangatnya buih
Ombaknya mengajak tak kenal lelah
Awan putih menjadi latar belakang
Langit biru memenuhi
Angin laut menyentuh
Lembut
Tak memaksa
Tuk buat jatuh cinta
dengan pantai
Lembutnya air dan angin
Bernafaskan kenyamanan
Alunan deburnya
Mengalahkan segala distorsi
Hingga,
Jatuh cinta pada pantai
Hangatnya butir pasir
Terpesona,
Tangguhnya karang
Menahan deburan dengan elegan
Terayu,
Hangatnya buih
Ombaknya mengajak tak kenal lelah
Awan putih menjadi latar belakang
Langit biru memenuhi
Angin laut menyentuh
Lembut
Tak memaksa
Tuk buat jatuh cinta
dengan pantai
Lembutnya air dan angin
Bernafaskan kenyamanan
Alunan deburnya
Mengalahkan segala distorsi
Hingga,
Jatuh cinta pada pantai
Selalu.
Langganan:
Postingan (Atom)