ternyata saya sama sekali tak mengenal saya
entah mengapa diskusi antar saya dimulai kembali
mungkin karena tak ada lagi yang dapat berbincang
tentang ada dan tidak adanya hidup
tentang nafas, resah, sebab, akibat, rasa, cahaya, hitam, kosmos
padahal sudah lama sengaja dikunci rapat
sebab, saat terbuka, ketakutan yang pertama kali menghampiri
dan tak pernah ada yang dapat menjelaskan dan memahami
entah siapa yang membuka
hingga detik ini tak ada jawaban yang diperoleh
putus asa hingga hampa
ternyata segala keyakinan diri luluh lantah
pengetahuan baru menciptakan ketakutan ekstrim
yang baru membuat ragu
hingga layu
iri hati menengok mereka yang tak ragu pada definisi ini itu
rasanya ingin seperti itu
namun skeptis dan ragu selalu muncul
ribuan pertanyaan terus melaju
hingga semua jalan amat rapuh
membuat jatuh
tekad aneh muncul
semua harus didefinisi ulang
kini tak ada realitas yang dapat dipercaya
semuanya semu
hingga indra tak memahami rasa
dogma dan doktrin tersuci pun tak mampu menghilangkan dahaga
maaf jika ini teralu berbahaya
maaf jika ini membuat tak peka
rindu
pada entah apa itu
tapi bukan sesuatu,
ingin segera bertemu
dosa terbesar tuk mengakui hanya saat tak mampu
ternyata selama ini definisi diri amat sempit untuk memahami
seperti dosa besar yang tak terlihat
seharusnya bukan sekedar candu saat tak mampu
tapi yang dirindu seperti merayu
untuk segera bertemu
ingin memeluknya bukan karena sesuatu
bukan karena semua definisi kaku
bukan karena saat terjatuh
ingin memahami rindu itu
bukan karena sekedar membutuhkannya
namun hanya karena rindu itu
di mana yang dirindu?
ingin segera bertemu
yang dirindu bukan sesuatu
maka apa yang harus saya tahu?
bahagia adalah bertemu dengan yang dirindu
pantaskah merindu?
namun rindu ini terus melaju
sayangnya saya amat dungu
untuk tahu dan tak ragu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar