Bagaimana jika beberapa waktu yang lalu adalah masa lupa?
Bagaimana jika nurani baru memahami makna?
Ternyata waktu adalah obat mujarab bagi luka nurani
Angkuh, muda, dan naif menjadi bahan bakar penyulut asap tebal nurani
Kini rindu tak mungkin dapat menunggu
Sebab yang dirindu telah terlalu sakit dan pergi berlalu
Hanya kenangan yang dapat diajak bicara
Tentang mengenal rasa, mengenal diri, percaya, berbunga, mencoba sakit, memaafkan, membenci, mencaci, tenggelam, melayang, bebas, merindu, menggenggam, bermimpi.
Rindu semakin menyentuh
Nada sendu menggali sang waktu
Rindu sendu, mungkin kan semakin terpuruk.
Kamis, 17 September 2015
Sabtu, 27 Juni 2015
Diskusi Impian
Musik, film, bentuk, pikir, dan entah apa lagi jika kita sengaja mencarinya.
Nada yang sama dalam selera.
Nampaknya kita dalam masa kosong yang sama, tentang pencarian.
Atau entah itu hanya asumsi belaka saya karena terlalu berimajinasi.
Karena rindu saya pada diskusi bebas yang mendalami berbagai warna dan rasa.
Tentang dunia yang terdefinisi, dunia luar yang tak berbatas, bahkan Tuhan yang tak tergapai.
Sebab ternyata saya pemilih dalam bertukar pikir.
Namun kita hanya sekali dua kali memulai.
Dan saya khawatir pada harapan yang berlebih.
Sebab kualitas diskusi akan menurun.
Ya, saya sungguh dalam keadaan sesak.
Impian saya hanya berada di bangku kayu sederhana dan menikmati pembicaraan hangat yang panjang dan dalam.
Dan mungkin berdansa pada nada hentak yang menyayat.
Hingga menjelang pagi.
Impian sederhana yang mungkin tak tergapai ini akan menjadi mimpi setiap malam.
Menganggu, menambah resah sebab harapan yang kosong, namun tetap menjadi candu.
Nada yang sama dalam selera.
Nampaknya kita dalam masa kosong yang sama, tentang pencarian.
Atau entah itu hanya asumsi belaka saya karena terlalu berimajinasi.
Karena rindu saya pada diskusi bebas yang mendalami berbagai warna dan rasa.
Tentang dunia yang terdefinisi, dunia luar yang tak berbatas, bahkan Tuhan yang tak tergapai.
Sebab ternyata saya pemilih dalam bertukar pikir.
Namun kita hanya sekali dua kali memulai.
Dan saya khawatir pada harapan yang berlebih.
Sebab kualitas diskusi akan menurun.
Ya, saya sungguh dalam keadaan sesak.
Impian saya hanya berada di bangku kayu sederhana dan menikmati pembicaraan hangat yang panjang dan dalam.
Dan mungkin berdansa pada nada hentak yang menyayat.
Hingga menjelang pagi.
Impian sederhana yang mungkin tak tergapai ini akan menjadi mimpi setiap malam.
Menganggu, menambah resah sebab harapan yang kosong, namun tetap menjadi candu.
Kamis, 14 Mei 2015
Akhir Pertentangan
Kesempatan hidup yang hanya satu kali ini tak sependek satu babak permainan
Akhir hanya berujung pada surga dan neraka yang tak dapat ditawar
Fana dunia sering terasa terlalu lama atau sangat singkat
Jangan berlarut untuk semu sendu
Tak berlebih pada suka dunia semata
Semua ideologi tak menjamin
Tidak ada pertentangan tentang Sang Hakiki lagi bukan?
Maka ragu adalah sesat, godaan sesaat yang menjerumuskan
Fanatik bukanlah kesalahan atau keputusasaan
Asuransi paling terpercaya adalah mecintai yang hakiki
Akhir hanya berujung pada surga dan neraka yang tak dapat ditawar
Fana dunia sering terasa terlalu lama atau sangat singkat
Jangan berlarut untuk semu sendu
Tak berlebih pada suka dunia semata
Semua ideologi tak menjamin
Tidak ada pertentangan tentang Sang Hakiki lagi bukan?
Maka ragu adalah sesat, godaan sesaat yang menjerumuskan
Fanatik bukanlah kesalahan atau keputusasaan
Asuransi paling terpercaya adalah mecintai yang hakiki
Langganan:
Postingan (Atom)