Musik, film, bentuk, pikir, dan entah apa lagi jika kita sengaja mencarinya.
Nada yang sama dalam selera.
Nampaknya kita dalam masa kosong yang sama, tentang pencarian.
Atau entah itu hanya asumsi belaka saya karena terlalu berimajinasi.
Karena rindu saya pada diskusi bebas yang mendalami berbagai warna dan rasa.
Tentang dunia yang terdefinisi, dunia luar yang tak berbatas, bahkan Tuhan yang tak tergapai.
Sebab ternyata saya pemilih dalam bertukar pikir.
Namun kita hanya sekali dua kali memulai.
Dan saya khawatir pada harapan yang berlebih.
Sebab kualitas diskusi akan menurun.
Ya, saya sungguh dalam keadaan sesak.
Impian saya hanya berada di bangku kayu sederhana dan menikmati pembicaraan hangat yang panjang dan dalam.
Dan mungkin berdansa pada nada hentak yang menyayat.
Hingga menjelang pagi.
Impian sederhana yang mungkin tak tergapai ini akan menjadi mimpi setiap malam.
Menganggu, menambah resah sebab harapan yang kosong, namun tetap menjadi candu.