Senin, 18 April 2011

Maaf tak Berujung

Yang terkasih telah habis masanya di dunia fana
Isak tangis dan berbagai memori mengiringi kepergiannya
Yang terkasih memang tak memenuhi hari dan garis hidup saya, namun beliau amat berarti
Bukan sebatas beliau dan diri memiliki aliran darah yang serupa, namun segala memori, kenangan, dan pelajaran hakikat hidup yang walau tak banyak kuantitasnya tetapi berkualitas mengisi relung diri
Dan segala pemberian beliau hanya mampu dibalas oleh sepenggal kata maaf
Maaf sedalam-dalamya atas diri yang egois tak meluangkan waktu tuk sekedar bertemu, menyapa, memeluk, berbagi, dan berterimakasih atas segala
Maaf ini tak hanya sekedar sepenggal rangkaian kata untuk diucap dan ditulis
Ini adalah rangkaian kata yang amat dalam penyesalannya
Namun ini maaf yang tak akan memiliki jawaban sebab sang empu telah berpulang
Bahkan untuk mengiringimu pada perjumpaan terakhir, saya masih tak mampu mengorbankan waktu
Egois dan kurang dewasa memang alibi klasik yang selalu diri sesalkan
Kini hanya berbagai potongan kisah tentang perjalanan terakhir sang terkasih selalu saya cari
Penyesalan dan rindu yang dalam beliau tinggalkan di relung hati kami
Saya tak memahami dunia kekal yang didesain Sang Abadi, namun permintaan maaf ini selalu diri sampaikan untuk sang terkasih di dunia sana
Semoga beliau mendengarkan, itu saja cukup
Doa yang terbaik akan kami haturkan dalam hari-hari untuk sang terkasih
Doa tulus yang kami mohon pada Sang Abadi agar sang terkasih tenang di sana