Sabtu, 19 Mei 2012

Ilusi Realitas

Ini bukan lengah tapi sengaja diam
Mencoba mengalir itu seperti apa
Tak berlogika dan rasa, hanya mengalir
Sebab jendela di samping pintu baru terbuka kemarin sore
Dan pertunjukan yang dihadirkan dunia cukup mencengangkan
Hingga saya terdiam mepet kecewa
Maka imajinasi menggoda bermain
Nada nakal, irama hentak, warna warni terang yang ternyata tak membawa cahaya
Gembira hanya sesaat tak pernah kekal
Kembali terdiam, tersadar pilihan
Hanya itu, memilih!
Inilah hari ini, walau ini realitas asing bahkan lebih parah dari dunia imajinasi
Semaikn hari tak ada bahasa yang memberikan hakikat
Mungkin karena terlalu banyak makhluk imajinasi terlepas dari penjara khayalan
Hingga saya hampir tak dapat menemukan layar pemisah realitas dan imaji
Jangan-jangan ini bukan hidup?
Atau realitas sudah mati dibunuh imajinasi?
Hanya prasangka hidup?
Ini realitas yang lahir dari ilusi imajinasi?
Atau antara mimpi dan terjaga?
Tak ada yang dapat dipahami,tapi pilihan terus mengetuk pintu
Mengapa memilih? Jalan depan akan saya bangun dari serpihan ilusi mimpi dan keyakinan
Terimakasih pada melodi mistis dan fana yang mengiringi energi yang sedikit tersisa

Tidak ada komentar: