Mengapa mata Tuan begitu dalam?
Hingga saya terperangkap pada biru yang yang mengharu dalam semu
Jabat tangan hari lalu ternyata penuh haru
Cerita hari lampau yang Tuan tuturkan hari itu menjadi salah satu inspirasi pada masa depan yang terstruktur namun pasti tak terduga
Rasa terimakasih yang Tuan ajarkan pada pemberi hidup menjadi teguran manis bagi bakat negatif saya
Segala yang Tuan tampilkan selama di ruang itu seperti vitamin untuk mendukung rapuh ragu yang selama ini menemani
Kerja keras, optimis di antara berbagai pesimis, konsistensi akan keyakinan pada kekasih kekal, dan berusaha memilih hati yang baik pada tiap detiknya
Itu bukan sekedar pertunjukan Tuan, sebab sepertinya Tuan tak bersandiwara walaupun kita pandai bermain topeng
Pertunjukan seperti itu adalah saya yang dahulu jua, tapi hari-hari lalu mengguncang segala, hingga ragu setia pada hari hari, kelabu rasanya
Maka, waktu dan ruang itu sperti skenario persimpangan jalan yang disutradarai Sang Bijak dengan apik
Di film berduarsi pendek tersebut, saya bertemu manusia-manusia hebat, yang tetap teguh pada jalan yang serupa akan saya lewati
Terimaksih tak terhingga pada aktor-aktor hidup yang memberikan segudang pengetahuan dan cahaya kecil bagi jalan depan yang beratmosfer kelabu
Hey Tuan, anda berjanji tak mengeluh kan? Kebaikan yang menjadi prinsip anda pasti berbuah manis di ujung jalan
Semoga pada suatu waktu kita berjumpa tuk mengenang ruang dan waktu yang pernah menuangkan secangkir kebahagiaan
Semoga pada suatu hari yang tak terduga kita bersua kembali, tuk berbincang tentang kebaikan yang terselip di antara hidup yang kelabu,
tuk mencari pilihan realistis di antara mimpi, dan mengisi kekosongan relung hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar