Kamis, 28 Februari 2013

13 Januari


Iya, anda benar. Manusia selalu mencari bahagia. Nurani tak dapat dibelenggu fana yang sementara. Alur semu dari dinamika fana dunia tetap tak berhasil menghentikan nurani mempertanyakan bahagia yang hakiki.
Mungkin ini akibat pencarian yang sempat terhenti sebab kemarin tak ada yang dapat menjawab dengan tuntas. Standar yang tinggi akan objektivitas jawaban mungkin sengaja diciptakan. Sebab keyakinan tak mudah terbentuk, apalagi jika jawaban tak dapat mendamaikan nurani dan logika. Segala jawaban yang ditawarkan masih melahirkan argumentasi lainnya. Hampir lelah dan terhenti. Namun bukan berarti harus menjadi sufi karena putus asa dan tak kunjung puas. Menyerahkan segala pada yang Kekal bukan berarti putus asa dan berhenti mencari. Sebab pertanyaan semakin menjamur subur. Baik dan buruk terus berseteru berlomba menuju kemenangan pilihan. Namun mengapa semakin tak ada yang diinginkan? Sebab tak ada bahagia fana yang menarik tuk menjadi hasrat.

Tidak ada komentar: