Ah, ternyata saya masih megkhianatiMu. Cinta saya masih palsu. Harusnya Engkau tenggelamkan saya serendah rendahnya. Mendamba bertemu Engkau dan KekasihMu?
Semakin tak tahu diri saja saya ini. Dunia sungguh penjara yang nyata dalam mimpi fana. Nafsu sungguh menyiksa raga. Mungkin saya memang tak patut mendapat bahagiaMu. Jika penderitaan dapat menyetarakan kasihMu pada makhluk, saya amat rela. Jika Engkau meminta saya hancur menjadi pasir pantai, tak ada ragu melakukannya. Saya sungguh tak layak meminta. Namun rindu sungguh menderu, bertemu. Masih bolehkah doa dilantunkan?
Kamu terlalu baik, sungguh. Ribuan pujaku sungguh tak akan cukup untuk bersyukur. Aku milikMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar