Senin, 06 Desember 2010

Hanya Ritual Hitam

Sudah dua hari perban saya lepas. Rasanya amat perih, nyaris sekarat. Untuk kesekian kalinya saya mencari obat yang ampuh. Namun hingga huruf-huruf ini timbul, saya belum jua menemukan obatnya. Bahkan beberapa jam yang lalu penyakitnya kambuh kembali.

Satu setengah tahun lebih sangat tidak produktif. Hampir seperti psikopat rasanya. Saya yang amat tergila-gila dengan kualitas, kini menjadi makhluk yang paling acuh. Dan saya semakin sekarat di tengah kehidupan yang semakin mati. Sepertinya hampir percuma tugas Refleksi Batin Spiritual (RBS) dari salah satu dosen saya. Sebab sudah lama hati saya sekarat. Bahkan Sang Akal telah mengikuti jejaknya. Semoga robot ini dapat bertahan lama dan tak sering error.

Ini bukan alasan. Hanya ritual baru, mungkin tak perlu dihiraukan. Bagian dari salah satu siklus hidup saya yang buruk. Nyatanya saat ini saya hanyalah salah satu produk robot yang tak berkualitas.

Mari membuat perban yang baru. Warnanya harus sesuai dengan kulit agar tak terlihat. Juga mencari topeng yang lebih berwarna warni dan elok.

Tidak ada komentar: