Sadar selalu tiba terlambat
Bahkan saat sadar tiba, jiwa dan raga masih urung menyambut
Dosa besar
Kini hanya doa dan harapan yang masih bisa diharap
Limpahkan segala dosa ini pada diri, hancurkan, binasakan, rendahkan, kacaukan diri saja
Jangan mereka
Mereka tak layak untuk menerima segala dosa
Hanya harapan ini yang dilantunkan dalam senandung doa
Padahal diri sudah tak layak memohon pada Tuhan
Namun, tak ada lagi tempat yang lain selain padaNya
Pada Tuhan saja diri masih egois
Mana layak memohon?
Saya amat paham sudah tak layak lagi memohon
Inilah makna nama saya
Manusia,
Saya akan selalu menjadi manusia
Yang memiliki lupa dan selalu menghadiri acara dosa
Bagi saya sudah terlambat
Namun ini amat adil
Saya tak akan menyelamatkan diri
Saya akan mati untuk menyelamatkan mereka
Sebab mata mereka selalu menunjukkan masa depan
Sebab hati mereka sungguh menjadi semangat diri
Dan perbincangan mereka tentang kasih
Saya tak akan pernah menjadi pahlawan sebab mereka lah pahlawannya
Saat mereka diam dan tak kunjung menanjak
Saat mereka semakin tumpul dan terkotak
Saat mereka bersedih dan merasa rendah diri
Saat mereka tak berubah dan merasa lemah
Itu adalah dampak dosa saya
Bahkan mereka tak menyentuh dosa secuilpun
Tuhan, masukan saya ke jurang paling dalam
Lalu hancurkan hingga tak bersisa
Jangan mereka
Kelabu adalah cahaya
Tak mengapa
Mereka harus segera tiba
1 komentar:
shit, always become speecless when i read your post...take care dear saniy desu novania...merasa berdosalah...tapi jangan terlalu...sebab kami, juga Tuhan, menyayangimu...
kecup, dari seberang :)
Posting Komentar